Puncak Lima Jari Di Bone Jadi Tempat Foto Pre-wedding Warga Wajo

0
7
  • BONE-Sebuah puncak yang terletak di Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini menjadi primadona baru sebagai destinasi wisata untuk Warga Bone dan sekitarnya.

Wisata punjak ini warga setempat menamakannya Puncak Lima Jari yang menawarkan spot berfoto, seperti Lima Jari yang dibuat dari akar pohon, kupu-kupu, pondok di atas pohon jembatan, dan juga ayunan dari akar kayu yang berada di tebing  yang memanjakan para pengunjung.

Salah satu pengujung ditemui dilokasi, Saddam, warga Keluruhan Watolo, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah, mengaku datang ditempat wisata baru dan unik ini karena penasaran ingin melihat langsung objek wisata yang berada diperbukitan itu.

“Ya penasaran, sampai saya bisa berada ditempat ini. Sebelumnya hanya mendapat infomasi dari teman yang berada di Bone, waktu itu teman saya berkujung kesini dia post di media sosialnya dalam fotonya itu saya liat tempatnya menarik dan bikin saya penasaran dan akhirnya saya sempatkan kesini melihat langsung” ‘akunya kepada Klipnews.com

Selain menjadi tempat wisata, Puncak Lima Jari ini juga banyak warga dari luar Kabupaten Bone yang menjadikan tempat tersebut sebagai tempat foto pre-wedding.

Seperti yang dilakukan, Aswar (19) dengan pasagannya Irma (18) warga Kabupaten Wajo ini dari jauh datang ketempat tersebut hanya untuk foto pre-wedding.

Menurut pasangan muda mudi ini, relah datang dari jauh memilih tempat tersebut sebagai  objek  foto pro-weddinnya karena kecantikan tempat yang dimiliki Puncak Lima Jari sangat menarik baginya.

“Ya memilih lokasi ini untuk pro-wedding sayau karena pemandangan alamnya yang indah dan sejuknya udara pedesaan membuat lokasi ini menarik saya untuk melakukan pro-wedding. Saya tau lokasi ini awalnya dari media sosial beberpa waktu lalu di posting oleh netizen yang pernah kesini.”pungkasnya.

Untuk diketahui Puncak Lima Jari, berketinggian kurang lebih 500 meter dari permukaan laut (MDPL), digagas oleh pemuda setempat yang tergabung dalam ornganisasi kepemudaan yang bernama “Petta Makkita Walie”.

Para pengunjung yang ingin ke lokasi Puncak Lima Jari hanya menempu perjalanan bersekitar 20 menit atau 26 kilometer, dari pusat Kota Watampone.

Andi Ardi, pengeloh tempat wisata tersebut, mengakatakan,  awal dibentuknya objek wisata Puncak Lima Jari itu, sebelumnya mereka dengan pemuda setempat keliling Desa Pattimpa yang dikelilingi gunung dan melihat lokasi puncak lima jari ini sangat berpotensi.

Hingga dia bersama rekanya yang bergabung di ornganisasi “Petta Makkita Walie” mengolah tempat tersebut akhinya puncak ini menjelma menjadi destinasi luar biasa dan ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

“Peresmiannya tanggal 1 September 2017 lalu, bertepatan dengan Idul Adha 10 Zulhijjah 1438 Hijriah. Salama diresmikan sudah dari berbagai daerah yang datang ke sini.”ungkapnya.

Lanjut dia mengatakan menamai wisata puncak lima jari itu dengan dengan pertimbangan nilai filosofis., untuk pengujung yang ingin ke wisata tersebut hanya membayar Rp. 5.000/Orang.

“Tempat ini dibangun dengan dana dari swadaya masyakat dan dikelolah oleh pemuda pemuda disini. Untuk pemasukannya itu selama di buka tempat ini,  Rp. 2.000.000 sampai Rp. 3.000.000 perbulan, dananya itu dipakai untuk perawatan tempat ini.” tuturnya.

“Adapun penawaran di lokasi Puncak lima Jari, kami menyediakan pengujung 6 unit Spot berfoto, selain itu tempat ini juga kami tawarkan untuk pengujung ingin berkema disni ada kita sediakan listrik dan air,  untuk tarifnya ini bervariasi tergantung permintaan pengujung untuk Fasilitasnya.”tutupnya

TINGGALKAN KOMENTAR