Jual Bantuan Benih Jagung ke Petani, Tiga Warga Bone Diamankan Polisi

0
4

WATAMPONE-Jajaran kepolisian Resort Bone, mengamankan tiga orang pelaku penyelundupan dan penjualan secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani, Sabtu, 10 November 2018 kemarin.

Ketiganya masing masing bernama,  Muh Arsyad warga Desa Mulamenre e, Kecamatan Ulaweng,  Suarman, Werga Desa Wae Puttangnge, dan Arisman, Warga Desa Mattaropurae Kecamatan Amali.

Mereka diamankan, masing masing berada tempat, yakni, Arisma diamankan di Dusun Kading Desa Mattaro Purae, kemudian polisi melakukan pengembangan, alhasil pelaku atas nama Suharman   diamanka di Kelurahan Mampotu, serta Arsyad diamankan di Desa Mulamenre’e.

Arisman, yang ditemui di Mapolres Bone, mengaku, Benih jagung bantuan gratis dari pemerintah untuk para petani itu di dapat dari rekannya Suharman dengan harga Rp.40.000/kg.

Kemudian, Arisman sebagai pedagang, menjual Benih jagung bantuan gratis itu ke petani dengan harga Rp.45.000/kg hingga Rp.50.000/kg.

“Sudah hampir satu tahun pak saya menjual. Benih itu saya dapat dari Suharman. Ada juga saya ambil dari teman yang berada di kota Soppeng  dengan harga yang sama.”ungkapnya.

Selain itu, pengakuan Arisman, nekat menjual benih jagung gratis itu secara ilegal ke petani, selain mendapat keuntungan yang cukup besar, juga untuk memenuhi permintaan petani.

“Sebenarnya pak saya tau ini tidak bisa diperjual belikan, tapi petani di kampung saya sering minta jagung yang diambil polisi itu. Ada bantuan dari pertanian cuma jagungnya beda, na petani maunya jangung jangung itu tadi. Banyak untungnya memang.”jelasnya.

Hal senada dikatakan, Arsyad, nekat menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani itu hanya untuk mendapatkan keuntugan yang cukup menggiurkan.

“Untungnya lumayan banyak pak, Rp. 5.000 sampai 10.000. Kalau saya itu ambil sedikit sedikit, biasa ambil di Arisman dan Suharman. Kalau untuk cara jualnya setalah petani panen baru saya ambil uangnya.’ jelasnya.

Sementara, Suharman, mengaku, mengambil benih jagung bantuan gratis dari pemerintah untuk para petani dari rekannya yang berada di
Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Kemudian Suharman menyeludupkan benih jagung bantuan gratis itu ke dua rekannya Arman dan Arsyad yang sudah berjalan hampir setahun lamanya.

“Benih jagung bantuan gratis itu dari Sulawesi Tenggara, dari teman juga disana. Saya biasa ambil jangung itu dua ton sampai tiga ton. “singkatnya

Terpiaah Kasat Reskrim Polres Bone, Akp Dharma Praditya Negara,  mengatakan, ketiganya diamankan berawal dari informasi petani yang membeli benih jagung yang harusnya tidak diperjual belikan.

Dari informasi tersebut, pihaknya pun melakukan penyelidikan, alhasil, 2.868 Kg (2,86 Ton) benih jagung hibrida dari paket 1 kilogram hingga 10 kilogram yang diamankan dari tiga orang terduga pelaku yang memperjual belikan bantuan pemerintah tersebut.

” 2.868 Kg (2,86 Ton) bantuan Kementerian Pertanian yang diperjualbelikan itu disita anggota itu di Desa Taccipi, Desa Mattaro Purae, Kecamatan Amali dan Desa Mula Menre, Kecamatan Ulaweng, ada tiga orang kita amankan masing masing mempunyai peran.” kata AKP Dharma kepada Minggu, 10 November 2018.

Lanjut dia, mengatakan, sebanyak 2.868 Kg (2,86 Ton) benih jagung dalam kemasan plastik itu ada 11 merek, yakni” Pioneer
Pasific 339, Syngenta NK 212, Pioneer p27 Gajah, Syngenta NK 22
,Pioneer P30 Elang, Pioneer Brand
Dekalb, cap kapal terbang 222,
cap kapal terbang 22B, dan cap kapal terbang 2. “ucapnya.

Dia menambahkan, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan dan pengembangan kasus jual beli bantuan pertanian berupa benih jagung hibrida di Kabupaten Bone itu.

“Anggota masih melakuka  pengembangan, tidak menutup kemukinan kasus ini melibatkan oknum ASN, sehingga bibit itu bisa di perjual belikan padahal itu bantuan pemerintah tidak untuk diperjual belikan. Masih kita kembangkan kasusnya” paparnya.

Sementara itu, Akbp Muhammad Kadarislam Kasim, di hubungi melalui via seluler, mengatakan, dari keterangan awal para pelaku melakukan hal tersebut dari permintaan petani.

Kemudian, dari hasil introgasi salah satu pelaku, menyebutkan oknum ASN yang terlibat, namun, kata dia pihaknya, masih melakukan tingkat penyelidikan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ke tiga pelaku, akan di jerat dengan undang undang nomor  7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan pasal 110 dimana setiap pelaku dilarang memperjual belikan barang yang dilarang untuk di perdagangkan.

“Acaman pidana penjaranya itu lima tahun dan dendanya Lima Milliar, dan juga nanti ada belikan ancaman yaitu pasal 280 KUHP sebagai penanda.”tutupnya

TINGGALKAN KOMENTAR