Gempita Bone Kecam Tiga Pelaku Penyeludupan dan Menjual Bibit Jagung Bersubsidi ke Petani.

0
8

WATAMPONE-Pengurus Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Bone, mengecam, Dua warga Kecamatan Amali, dan satu Warga Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, yang diamankan poliai karena menyeludupkan dan menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani.

“Atas nama pengurus Gempita Bone kami kecam perbuatan ke tiga pelaku menyeludupkan dan menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani.”kata Ketua Gempita Bone, A.Muh Zaidil, Senin 12 November 2018.

Menurut Zaidi, kegiatan itu sangat disayangkan karena, salah satu diantaranya merupakan anggota kelompok tani yang tau bahwa bibit jagung bersubsidi itu gratis ke petani tidak untuk diperjual belikan.

Selain itu, lanjut Zaidil, meminta kepada jajaran kepolisian resort bone, agar kasus tersebut diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.

Apa lagi kata dia, bibit jagung itu diselundupkan dari luar daerah. Tidak menutup kemukinan yang menyelupkan dan menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani itu ada oknum ASN yang terlibat sehingga bibit tersebut bisa keluar kemudian diperjual belikan

“Jelas sekali dikemasan bibit jagung itu ada tertulis tidak untuk diperjualbelikan. Bantuan itu keluar kami menduga ada oknum ASN yang terlibat. Kami minta polisi mengembangkan kasus itu dan menghukum pelaku sesuai aturan yang berlaku.” Tandasnya.

“Inilah pelanggaran hukum karena bantuan itu tidak boleh diperjual belikan karena benih subsidi ini dari pemerintah melalui anggaran negara peruntukannya benih hanya untuk kelompok tani agarditanam dilahanya sebagai program Kementrian Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani.” Tambahnya.

Hal senada, di katakan, Nur Akida Kasi Perbenihan dan Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Bone, sangat menyayangkan tiga pelaku yang menyeludupkan dan menjual secara ilegal bibit jagung bersubsidi ke petani.

“Kami sering sampaikan ke petani soal ini. Namun masih ada oknum oknum yang melakukan ini harus di ungkap dari mana sumber nya kok bisa keluar bantuan itu kemudian diperjualbelikan, apa lagi ini bantuan itu diselundupkan dari luar daerah. Kami juga minta untuk kepada pihak kepolisian agar kasusnya dibongkar karena ini melanggar hukum.”singkatnya.

Sebelumnya, personil Polres Bone mengamankan, 2.868 Kilogram (2,86 Ton) bibit bantuan jagung dari Kementerian Pertanian  yang seharusnya didistribusikan secara gratis, malah diperjual-belikan kepada petani.

2.868 Kilogram bibit yang diamankan tersebut, Tiga orang sebagai pelaku, masing masing bernama, Muh Arsyad warga Desa Mulamenre e, Kecamatan Ulaweng,  Suarman, Werga Desa Wae Puttangnge, dan Arisman, Warga Desa Mattaropurae Kecamatan Amali.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan ke tiga pelaku, akan di jerat dengan undang undang nomor  7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan pasal 110 dimana setiap pelaku dilarang memperjual belikan barang yang dilarang untuk di perdagangkan.

“Acaman pidana penjaranya itu lima tahun dan dendanya Lima Milliar, dan juga nanti ada belikan ancaman yaitu pasal 280 KUHP sebagai penanda. Kasusnya masih dikembangkan”tutup Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim.

TINGGALKAN KOMENTAR