Aktivis Geram, Biaya Pengobatan Eksodus Sulteng di Bone Tidak Ditanggung Pemeritah

0
26

WATAMPONE-Tety Karyati (60), salah seorang korban gempa Palu yang dirawat di rumah sakit (RS) Hafsah Bone kini bernafas lega, setelah biaya medis yang harus dibayarkannya sebanyak Rp 4.392.630 dilunasi melalui penggalangan dana sejumlah jurnalis dan masyakat Bone. Jumat 12 Oktober 2018.

Tety yang dirawat selama 5 hari di rumah sakit tersebut, sempat kebingungan setelah mengetahui biaya perawatannya tidak ditanggung BPJS kesehatan kendati dia adalah peserta dan penerima manfaat program nasional tersebut.

Kini Tety telah keluar dari RS Hafsah, kendati kesehatannya belum pulih sepenuhnya, Tety memilih berobat jalan sembari mengontrak rumah selama proses penyembuhannya membuat aktivis di Bone geram.

“Salah satu korban Gempa dan Tsunami Sulteng yang dirawat di RS Hafsah tidak mendapatkan bantuan biaya pengobatan pihak baik dari RS maupun BPJS, Pemda pun diam akhirnya tugas mereka diambil alih teman-teman pers, ini sangat miris,” kata Ajis, aktivis Bone, Jum’at 12 Oktober 2018.

Bahkan Ajis menyandingkan perbedaan perlakuan yang jauh jauh membawa bantuan ke Sulteng namun eksodus di Bone ‘seolah’ tidak diperhatikan.

“Sampai hari ini masih banyak korban Gempa Tsunami yg dirawat dibeberapa RS dibone, jauh jauh ke Sulteng berdonasi sedang dirumah sendiri kita lupa melayani tamu. Ini sangat memalukan.Membantu itu harus terprogram, terstruktur bukan terpotong-potong, tiba ada masalah semua lepas tangan. Yang paling mengejutkan pernyataan pimpinannya mengatakan semua dibantu namun prakteknya para jurnalis yang bayar melalui penggalangan dana.” pungkasnya.

Sementara, Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi, mengklaim menjamin eksodus gempa tsunami Sulteng yang dirawat di rumah sakit di Bone mendapatkan fasilitas dari pemerintah daerah kabupaten Bone.

“Untuk korban gempa Palu kita fasilitasi pembiayaan RS di Bone,” kata Andi Fahsar saat dimintai komentarnya terkait penanganan eksodus musibah Sulteng yang masih dirawat di Bone.”akunya melalui pesan via washapnya.

“Semua yang masuk RS Hafsah ndi,” timpali Fahsar memperjelas jaminan tersebut.

Sebelumnya pada Jumat siang, 12 Oktober 2018, sejumlah jurnalis di Bone menggalang dana untuk menebus biaya perawatan medis Tety Karyati, salah seorang korban gempa Palu di rumah sakit Hafsah Bone.

Penggalangan dana tersebut disebabkan keadaan korban yang luput dari perhatian pemerintah, ditambah BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatannya, sementara beban yang harus ditanggung membengkak mencapai Rp 4,3 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR