5 Korban Tsunami Sulteng Kecelakaan di Bone Masih Dirawat

0
5

BONE-Lima dari Sepuluh pengungsi bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Welado, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone pada Kamis (4/9) lalu, hingga saat ini masih di menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Hapsah Bone.

Kelima yang masih menjalani perawatan di rumah sakit swasta tersebut yakni, Sabir (34) luka patah pada lengan kanan, bengkak pada kelopak mata, Muh.Sakir (30) luka robek pada dahi, Ardiansyah (31) , luka patah pada persendian bahu dan Sri Wahyuni (29), Luka robek pada wajah, luka robek pada bahu.

Sementara, lima lainya yakni, Alia (3), Luka patah lengan kanan,  Anisa(6), patah pada paha kanan, Arif (8) luka bengkak pada mata kanan, muntah-muntah, Sulaeman, (63) luka patah pada bahu kanan dan, And Wahab, (36) luka pada dahi, subuh tadi dirujuk ke rumah sakit yang berada di Kota Makassar.

  • Hal ini disampaikan, Dr. Andi Melda Sakkirang, Direktur RS Hapsah, di temui diruang kerjanya. Ia mengatakan lima pengungsi bencana Sulawesi Tengah (Sulteng)  masih menjalani perawatan intensif, dan lima korban lainnya kondisinya parah dirujuk ke rumah sakit kota Makassar.

“Ia ada sepuluh kemarin yang masuk diantar oleh Satuan Lantas Polres Bone. Mereka ini pengungsi bencana Sulawesi Tengah (Sulteng)  kecelakaan lalu lintas, lima orang masih kita rawat limanya lagi kita rujuk ke Makassar karena kondisinya cukup parah dan perlu penanganan khusus.”Ungkapnya, Sabtu 6 Oktober 2018.

Lanjut Melda, menjelaskan, bahwa dari 10 korban laka tunggal yang dirawat di rumah sakitnya itu, satu di antaranya merupakan ibu hamil yang usia kehamilannya mencapai 7 bulan.

“Ada satu Ibu hamil. Saat dia ini sudah di ruang perawatan khusus disini kondisinya sudah membaik,  waktu masuk lukanya ada dibokong, kena pecahan kaca, terus ada dikepala juga. Tapi sudah ditangani. Sekarang sudah stabil. Bayinya juga baik-baik saja,” ucapnya

Melda menegaskan, pihaknya senantiasa berupaya memberikan pelayanan dan penanganan terbaik terhadap para korban itu. Untuk tanggungan biaya perawatan para korban tersebut, kata Melda, tidak memprioritaskan hal tersebut. Yang terpenting pihaknya memberikan pertolongan terlebih dahulu.

Kendati demikian, sambung Melda, pihaknya juga telah mengkomunikasikan hal ini ke Pemerintah Kabupaten Bone.

“Sudah saya laporkan ke Pemkab. Sementara masih kita yang nanganin, tapi mungkin nanti ada bantuan (Pemkab Bone),”pungkasnya.

Informasi peroleh Klipnews.com,10 korban laka tunggal ini masih satu keluarga. Mereka adalah orang Bone yang merantau ke Palu, Sulawesi Tengah. Selamat dari bencana yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah, mereka pun memutuskan kembali ke kampung halaman di Desa Pattiro Bajo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone.

Namun nahas, mereka mengalami kecelakaan lalu lintas saat tiba di Kabupaten Bone. Mobil avanza yang ditumpangi menghantam pohon mangga karena diduga sopir ketiduran.

TINGGALKAN KOMENTAR