Jarang yang Tahu, Wanita Ini Jadi Sosok Inspiratif Pemuda di Bone

0
62

 

BONE-Meski dulunya sosok wanita selalu dipandang lemah, sekarang wanita mampu membuktikan sebagai pelaku perubahan positif di berbagai sektor. Wanita selalu identik dengan kata manja, meski telah berusia dewasa sekalipun. Apalagi dimata pria, kata manja selalu dihadirkan sebagai sifat utama untuk para wanita.

Tapi tidak semua wanita demikian, buktinya beberapa wanita inspiratif ini justru jauh dari kata manja, yang definisinya bergantung pada pria. Wanita masa kini tak lagi dipandang sebelah mata. Sosok wanita inspiratif ini adalah wanita yang cantik, cerdas dan dapat dijadikan teladan untuk para wanita lainnya.

Disamping itu mereka adalah wanita yang memiliki pribadi dan karakter yang kuat sehingga dapat menginspirasi banyak wanita lain.

Noer Zakiah Darajat Bustan Ramli.  ST, M.Si. Mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Namun disisi lain ia juga tak bisa meredam rasa gugup, karena ia memutuskan untuk turun langsung melihat perkembangan dan masalah pemuda yang ada hari ini di Kabuaten Bone.

Lahir dari keluarga sederhana yang mementingkan pendidikan. Apalagi lingkungan keluarga besarnya sangat mendukung seorang wanita menempuh pendidikan tinggi. Zakia bagai cadas yang keras. Ia tetap nekat melanjutkan pendidikan formalnya hingga jenjang Magister. Sebuah keberanian, merantaulah ia ke Kota Makassar.

Berkuliah di Universitas Hasanuddin. Mengambil jurusan perencanaan pengembangan wilayah dan kota. Bergulatlah Zakia menyelesaikan kuliah dengan keterbatasan. Namun mau apalagi. Didalam pikirannya hanya menyelesaikan kuliahnya secepat mungkin.

Selepas kuliah strata 1, ia kembali melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, jurusan Perencanaan pengembangan wilayah, konsentrasi manajemen kepemimpinan pemuda. Menjadi seorang magister perencana kepemudaan ternyata memanglah dunianya. Hanya dua tahun Zakia,  menyelesaikan studi Magisternya.

menurut zakia, kesenjangan pemuda saat jurang antara kaya dan miskin, mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu pemuda dalam kelompok pemuda, kelompok pemuda dalam populasi, atau antar negara. pemuda umumnya menghadapi tiga ukuran kesenjangan: kekayaan, pendapatan, dan konsumsi. Persoalan kesenjangan pemuda mencakup kesetaraan ekonomi, kesetaraan pengeluaran, dan kesetaraan kesempatan.

TINGGALKAN KOMENTAR