Karya Seni Kepala Rusa Milik Warga Parepare Tembus Ke Mancanegara

0
14

PAREPARE-klipnews.com-‎Belasan tahun di perantauan, ia kembali kekampung halaman
untuk menggeluti profesi sebagai seniman pembuat hiasan patung kepala rusa. Ya, dia adalah Herul Hasan (50), dia mengaku bangga, lantaran karya seninya itu dapat tembus ke mancanegara.

“Pernah ada yang pesan untuk di impor ke Jerman,
meski jumlahnya tidak banyak. Ya, ada kebanggaan tersendiri lah,
“kata Herul Hasan, saat ditemui di Jalan Jendral Ahmad Yani,
Kelurahan Ujung Bulu, Parepare Minggu 3 Desember 2017.

Tak hanya itu, dia juga mengaku tak sedikit melayani pesanan dari kalangan pejabat
serta pengoleksi benda-benda yang bernilai seni. Hasan mengatakan, baru beberapa tahun terakhir ini dia fokus menggeluti profesi barunya pasca bekerja disebuah perusahaan swasta di pulau Jawa.

Dia juga mengaku, ide membuat kepala rusa tiruan yang terbuat dari adonan serbuk kayu
bercampur lem kental berwarna putih tersebut, berawal hanya perasaan iseng.

“Ada rekan kerja yang punya tanduk kepala rusa, disitu saya timbul ide membuat kepala tiruan untuk hiasan, eh malah kecanduan ingin terus mencoba. Jadi, awalnya cuman iseng-iseng dan akhirnya sampai sekarang digeluti,”tuturnya.

Hasan mengungkapkan, profesi pembuat karya seni kepala rusa tiruan bukan hal yang mudah, butuh ketelatenan serta kesabaran agar hasilnya tak jauh berbeda dengan kepala rusa yang asli. Tanduk Rusa maupun tanduk hewan lain seperti Anoa dari sang pemesan harus disesuaikan dengan kepala tiruan yang dibuatnya.

“Kelihatannya memang gampang tapi tak semudah yang dibayangkan, butuh kesabaran untuk mendapatkan hasil sesuai yang di harapkan pemesan,”katanya.

Meski, kata dia, banyak karya seni sejenis yang ia buat, namun ia menjamin miliknya tak kalah indah dengan yang lain. Untuk satukepala rusa tiruan buatannya ia mematok harga hingga 500 ribu rupiah.

“Memang banyak sejenis yang ada di pasaran, tetapi bisa diliat sendiri hasilnya nanti.
Harganya memang lumayan namun mudah-mudahan sebanding dengan nilai seni yang kami buat,”tuturnya.

Meski masih menggunakan peralatan manual, Hasan mengaku mampu membuat kepala tiruan hewan  yang identik memiliki tanduk bercabang tersebut, tiga buah dalam sebulan.
Peralatan manual itulah yang membuatnya lebih semangat dalam mendesain sebuah karya yang berniali seni.

“Bagi saya, menggunakan peralatan manual itu punya makna tersendiri dibanding menggunakan mesin. Namun, alhamdulillah tiga sampai lima dapat saya buat dalam sebulan,”kata dia.

Hasan mengungkapkan, profesinya sebagai pembuat hiasan rumah yang bernilai karya seni tersendiri tersebut, kini dijadikannya sebagai mesin pencetak pundi-pundi uang.
Dalam sebulan ia mengaku tidak pernah sepi pesanan, baik dari warga Parepare sendiri maupun dari luar Daerah hinga manca negara.

“Hasilnya untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari nak.
Alhamdulillah, jarang sepi pemesan,”ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR