Buron Karena Terlibat Korupsi Mantan Kades Polewali ditahan Polisi

0
61
Dengan Menakan Baju Tahanan Polisi FD Digiring Masuk ke Ruang Reskrim Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Bone Usai Diamankan Polisi

Bone-klipnews.com-Sempat buron selama tiga bulan karena tersandung kasus korupsi dana desa mantan kepala desa Polewali kabupaten Bone Sulawesi Selatan akhirnya dibekuk dan ditahan polisi mantan kepala desa Polewali kecamatan Kajuara kabupaten Bone akhirnya diringkus polisi setelah sempat buron selama tiga bulan karena tersandung kasus korupsi dana desa.

Dengan menakan baju tahanan polisi FD digiring masuk kedalam ruang reskrim unit tindak pidana korupsi Polres Bone usai diamankan ditempat persembunyiannya.

FD disangkakan menyewengkan dana anggaran desa saat mengerjakan proyek pembangunan jembatan dan talud dengan menggunakan anggaran sebesar 406 juta rupiah, setelah polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan ditemukan kerugian negara sebesar 161 juta rupiah hingga polisi akhirnya menetapkan FD sebagai tersangka pada april 2017 lalu.

Hal itu diungkap Kapolres Bone AKBP Kadarislam saat menggelar Konfrensi Pers dihadapan Awak media pada Selasa siang 8 Agusrtus 2017 “kami telah melakukan penahanan terhadap tersangka fahruddin… selakuk kepala desa polewali telah melakukan tindak pidana korupsi hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar 161 juta rupiah… saat ini kami juga melakukan pemeriksaan terkait ada pihak lain yang terlibat kasus korupsi ini”

Sementara FD mengaku dirinya nekad menggunakan selisih anggran dana desa tersebut untuk kepentingan pribadinya. “saya memang menggunkan selisih anggaran dana desa tersebut untuk membayar utang”

Akibat perbuatannya tersebut fd kini harus menjalani serangkaian pemeriksaan penyidik tindak pidana korupsi polres bone dan disangkakan melanggar undang-undang korupsi pasal 2 dan 3 nomor 31 tahun 1999 yang mengkibatkan kerugian anggaran negara.

Polisi saat ini juga tengah melakukan peyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR