Ngopi Ala Sufi

0
45
Foto Penulis, Syamsu Alam El Mahady
Foto Penulis, Syamsu Alam El Mahady

OPINI –klipnews.com– Akhir-akhir ini memang sedang menjamur warung kopi dan tak mampu terbendung ekspansinya,  hingga  era warnet dan Rumah karoeke pun tersingkirkan.

Warung kopi saat ini menjadi budaya baru bagi masyarakat perkotaan bahkan sampai kepelosok Kecamatan  yang setiap harinya dikunjungi, budaya warung kopi sudah menjadi milik semua kalangan masyarakat, baik itu mahasiswa, masyarakat kelas menengah ke atas, menengah ke bawah, pria serta wanita.

Maka tak salah jikalau dikatakan bahwa warung kopi merupakan tempat yang multikultural, yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Warung kopi merupakan salah satu tempat melakasanakan anjuran Tuhan yang menyuruh hambanya memperbanyak silaturrhim dengan siapapun dan dimanapun karena merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah.

Bentuk silaturahim yang kerap kali dilakukan yaitu diskusi atau  ngobrol, maka tak salah banyak istilah-istilah yang bemunculan terkait ngopi ada yang mengatakan ngobrol perkara iman, ngobrol pemikiran islam, ngobrol politik, ngobrol  perkara islam, ngobrol inspirasi, ngobrol pintar yang pasti kata kuncinya ngobrol. Bahkan hampir setiap kegiatan masyarakat  mengambil tempat di warung kopi baik itu arisan, seminar, talk show bahkan sampai ceramah agama.

Saya penikmat kopi dan bagian jamaah warung kopi bahkan fardu ain bagi saya berziarah ke warkop, dan dalam setiap minggu bagaikan fardu aiannya umat muslim (laki-laki) menjalankan shalat jumat, tapi bukan berarti saya penyembah kopi karena itu jelas dilarang oleh agama dan mempersekutukan Tuhan dan buat saya mau ngeteh atau mau ngopi hak segala individu, untukmu selaraku dan untukmu selaramu.

Kopi merupakan minuman identik dengan islam, karena perjalanan kopi itu sendiri pada awalnya di bawa oleh saudagar-saudagar arab islam dimana pada waktu itu mereka melakukan expedisi ke berbagai negara di luar Arab. Kopi dalam historinya berasal dari Yaman sehingga sampai kini muncul istilah kopi Arabica. Kopi itu Dari kata Qahwah dalam bahasa Arab diderivasikan kata baru dalam bahasa Inggris yaitu coffee dan cafe.

Kopi merupakan minuman yang sangat nikmat disajikan di segala kondisi. Kopi juga memiliki cita rasa yang khas yang sangat melekat di lidah penikmatnya. Kopi juga terbukti mengandung unsur kimia yang bisa menolak rasa kantuk dan ini sangat berfaedah sekali bagi orang yang ingin begadang atau memiliki aktifitas malam hari.

Para sufi di Yaman meminum kopi sebelum memulai ritual zikirnya. Sufi merupkan istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, yaitu ilmu yang mendalami ketakwaan kepada Allah swt  yang sebagaimana seperti berdzikir.

Kabarnya meminum kopi membuat mereka lebih konsentrasi dan fokus.  Maka tak salah bila dikatakan bahwa  bahwa kopi adalah minuman para sufi.

Bagi kaum sufi, minum kopi seakan mendatangkan cahaya bagi jasmani dan rohani. Membuat mereka tiada lelah bercengkrama dengan Sang penciptanya, karena manfaatnya yang begitu besar untuk menghilangkan kantuk dan menjaga kesadaran.

Terkait hal tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 bahwa manfaat kopi mampu memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi aktivitas sehari-hari karena  kandungan kafein. Cara kafein bekerja di dalam tubuh yaitu dengan memberikan hambatan pada Adenosis di dalam tubuh. Adenosis adalah senyawa yang ada di sel otak befungsi untuk memicu seseorang untuk tertidur atau mengantuk
Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan:
يا قهوة تذهب هم الفتى # انت لحاوى العلم نعم المراد
شراب اهل الله فيه  الشفا # لطالب الحكمة بين العباد
حرمها الله على جاهل # يقول بحرمتها بالعناد

“Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah didalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah diantara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan mengatakan keharamannyadengan keras kepala.”

Dalam sebuah syair dilantunkan kopi memang hitam tapi menyalakan semangat, bahkan memancarkan cahaya. Hitamnya kopi membuat hati orang-orang kelas tinggi memutih, sehingga mereka terpuji melebihi kebanyakan manusia.

Kopi bukan lagi minuman para Sufi saja, tetapi minumam bagi siapa pun, kopi menyimpan banyak cerita dan hikmah, semoga kita mampu mengambil pelajaran bahwa kopi  bukan hanya memberikan kenikmatan kepada penikmatnya akan tetapi yang paling fundamental bagaimana kopi mampu mengantarkan penikmatnya untuk melakukan sesuatu yang produktif dan menjadikannya insan ulul al bab yang senantiasa berzikir, berfikir dan amal shaleh.

Penulis : Syamsu Alam El Mahady

TINGGALKAN KOMENTAR