Harga Cabai Terus Melejit, Warga Semakin Menjerit

0
37
foto, pembeli dan penjual saat melakukan transaksi

BONE –klipnews.com– Warga Bone kembali mengeluhkan harga cabai yang terus bergerak naik. Fenomena kenaikan terjadi sebulan terakhir memberatkan ekonomi warga. Tidak hanya itu, kenaikan harga cabai juga berimabas kepada naiknya beberapa  harga komoditas termasuk sayur mayur.

Indra salah satu pedagang di Pasar Palakka menuturkan bahwa” lonjakan harga cabai yang paling tinggi yaitu hargai rawit yang saat ini sudah mencapai Rp. 100.000/ kg, padahal baru-baru ini  kami pedangan membelinya 60 ribu. Jadi mau tidak mau kita penjual harus  menaikkan hargannya”

Sedangkan pedagan lain, Arman  menuturkan bahwa ” pasokan cabai di Bone kurang, jadi saya terpaksa  membelinya dari pedagang di Kolaka yah mau tidak mau harga harus dinaikkan, tapi untuk cabai sendiri pembeli biasanya tetap beli walau harganya naik” ujarnya kepada Klipnews.

Untuk sebagian warga yang yang dalam kesehariannya harus mengkonsumsi cabai naikknya harga cabai tetap akan di beli dengan inisiatif menggurangi penggunaan cabai untuk makanan.

Lena seorang ibu rumah tangga mengatakan ” low harga cabai naik yah terpaksa kita kurangi, yang biasanya kita beli 4 ons jadinya 2 atau 3 ons, yang terpenting cabai tetap ada di pasar lah,” ungkapnya.

Selain pedagang dan konsumen rumah tangga dampak kenaikan cabai  juga dirasakan oleh pengusaha-pengusaha rumah makan.

Hj. Jumisa salah satu pewarung mengungkapkan bahwa “saya kaget melihat harga cabai di pasaran yang begitu mahal, biasanya saya memberikan sambal sebanyak banyaknya kepada pembeli namun karena harga cabai naik, sambal yang saya berikan kepada pembeli saya kondisikan” ungkapnya

TINGGALKAN KOMENTAR